Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Sebuah Catatan

Aku baru saja membaca catatannya, hampa tiada berarti Hampa dan siapa yang   mau peduli Puan kecil dalam catatannya hanya kembali bisu Bisu dari semua cerita peradaban Pedih jika sang puan tak balas catatannya

Hutan Rakyat Untuk Rakyat

foto: saat bermain-main di Sungai Subayang Dewasa ini hutan rakyat atau yang sering dikenal dengan hutan adat acap kali menuai konflik, dan banyak juga pihak-pihak yang terkait ikut campurtangan dalam mengelola hutan masyarakat. Sehingga masyarakat yang seharusnya mengelola hutan mereka sendiri tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan hanya sekedar menjadi penonton di tanah mereka sendiri. Beberapa konflik yang terjadi pada hutan adat dari tahun-ketahun tidak satupun yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah bahkan saat ini konflik antar masyarakat adat dengan perusahaan tidak menuai kesepakatan yang kongkrit sehingga masyarakat hanya bisa melihat hutan adatnya dikelola oleh perusahaan. Konflik Yang Terjadi Atas Hutan Desa Beberapa konflik yang terjadi saat ini salah satunya adalah permasalahan hutan yang ada didaerah Talang Mamak Desa Talang Durian Cacar. Dimana desa ini dulunya memiliki hutan adat, hutan adat untuk didesa mereka sangat bermanfaat sekali salah s

Di Cadas Ini,,,

Aku bersimpuh dibawah kaki langit-Mu Memandang takjub atas kuasa-Mu Berharap Kau ridho atas perjalananku Tunggu aku dipuncak terakir-Mu Ku goreskan tinta diatas diaryku yang tak lama lagi akan kusimpan sebab lembarannya sudah terpenuhi oleh berbagai macam keluh kesahku, sampulnya yang dulunya berwarna biru terang sekarang menjadi biru kusam dengan berbagai noda yang menempel didepan sampul diaryku, mulai dari noda spidol hingga sedikit bercak kopi susu dibagian kiri sampulnya. Sampulnya yang bercorak gambar hello kity kini tak seindah yang aku beli dahulu, lecek, kotor namun tetap menemani sepanjang malamku dan menampung berbagai keluh kesalku. Kulihat lagi lembaran demi lembaran, dimulai dari awal halaman pertama yang berisikan beberapa tulisan yang kian buram namun tersirat bahwa kala itu begitu bahagianya aku ketika pertama kali membeli diary dan mencoba menuliskan perasaanku kala itu.

Kali Laya "Jamban" sang Kuda Delman

Kali ini ceritaku mengenai keadaan sungai Kali Laya yang   tepat berada dibelakang rumah mertuaku. Awalnya aku sedikit bingung dengan sebutan kali didaerah ini sebab dikota yang membesarkan ku kali merupakan sebutan bagi aliran drainase rumah-rumah alias parit-parit kecil atau selokan. Sedangkan disini kali disebut juga dengan sungai.  Pertengah Januari yang lalu Kali Laya heboh diberitakan oleh media nasional sebab hujan yang mengguyur kota Depok membuat anak Sungai Ciliwung ini membanjiri sebagian area rumah yang kami tempati.  Beruntung kami tidak mengalami kebanjiran karena lokasi rumah kami permukaannya lebih tinggi. Akibatnya tanggul Kali Laya jebol karena tidak mampu menapung dan menahan derasnya aliran air sungai.  Tapi cerita yang lebih membuat saya tertarik lagi adalah cerita mengenai pembuangan kotoran kuda kedalam sungai tersebut. Beberapa tetangga juga berbisik-bisik mengenai hal itu, awalnya saya hanya biasa saja. Tetapi ketika melihat kejadian terseb

Dunia Yang Besar Untuk Jiwa Yang Kecil

Pantai Parang Teritis Kaki kecilnya menapaki panas nya kota ini Hanya bermodalkan plastik kecil dari bekas permen yang berkelas Panasnya bumi tak pernah dihiraukannya Hanya bertekad satu niat Hidup hanya untuk selembaran kertas dari penderma Tubuh kecilnya yang kian ringkih,,, Seakan tak kuat menahan tubuhnya Sudah hampir sepekan ia tak makan Yang lain tau, tapi tak peduli Yang lain tau, tapi tetap acuh Malah pura-pura tak tau

Oh Siti,,,,,

  Galau makan es-cream. Ditraktir makan sama kak Rissa Ini adalah cerpen pertamaku, semoga teman-teman yang mengunjungi blogku secara tidak sengaja bisa menikmati cerpen awam yang dua tahun lalu akuh tulis. selamat membaca (berharap isinya tidak mengecewakan) ----- Aku membanting pintu kamar dengan sangat keras, aku sangat kesal apa yang terjadi hari ini. Sebuah tragedi yang tak pernah ku sangka-sangka bahwa aku akan bertemu lagi dengan sahabat lamaku dikantin perpusatakaan Soeman HS. Yah namanya Siti, saat aku menyapa dan mecoba memeluknya Siti malah mengucapkan kata-kata yang membuat aku kaget dan menjadi malu dihadapan para pengunjung kantin perpustakaan yang memandangi kejadian hari itu. “ih Siti kan? Wih udah lama ya kita tak bertemu. Ih kangen dee ama kamu, kapan balik dari Malaysia?kok nggak bilang sama aku?trus kok nggak main dulu kerumah aku?” begitu deretan pertanyaan yang aku lontarkan kepada Siti Namun jawaban Siti yang sangat harap ditunggu oleh ku

Cintai Aku Tuhan

  Marapi Sumatera Barat 2012 Wahai Engkau Sang Maha Cinta,,, Peluklah aku kembali ke peraduan-Mu Membawa seluruh pelangi dalam hidup Dan membasuh seluruh tubuhku dari dosa yang mengukung tubuh Belai tubuhku Tuhan Resapi jiwa mulia yang ingin-Kau tanam Beri hikmah dari setiap perjalanku Aku terlanjur jadi lacur Beri aku obat pembasuh jiwa Tenggelamkan aku bersama ayat-Mu Sirami aku cinta suci-Mu

Kasus Pulau Padang Yang Tak Kunjung Usai

Kasus baru kembali muncul di tengah maraknya pemberitaan mengenai pulau padang, kasus terbaru yang kian menyudutkan masyarakat pulau padang atau menjadikannya sebuah alibi untuk mencuci tangan agar kembali bersih dari kubangan atas permasalahan Pulau Padang. Kasus baru tersebut terkuak saat   ketiga anggota DPR RI mengadakan kunjungan ke kabupaten meranti untuk meninjau permasalahan konflik antara PT RAPP dengan masyarakat pulau padang saat mengadakan dialog dengan masyarakat   Pulau Padang dan berita tersebut marak diberitakan oleh media masa lokal yang ada di Riau.  Dalam statment yang dikeluarkan oleh Wan Abu Bakar menyatakan bahwa ia melihat aktifitas illegal logging (illog) pada kawasan hutan yang ada di Pulau Padang dan menduga hasil illog tersebut dibawa keluar negeri. Dan masyarakat pulau padang sebenarnya mendukung PT RAPP untuk beroperasi disana. 

Dari Suku Anak Dalam

Foto: Internet Oi,,,,oi,,,oi,,, Dengarlah kami Dengarlah kami Dengarlah kami Dari suku pedalaman ini Dengarlah jeritan kami Dengarlah suara hati kami Dari rimba suku anak dalam Oi..oi..oi…tuan Saat ini engkau yang punya kuasa Tolong kembalikan tanah kami Tanah ibu bapa kami Bahkan tanah nenek moyang kami

Senja

Senja di pelabuhan Ancol Diujung gedung ini, ku tatap rona marun senja Warna yang begitu romantic nan mistis Violet yang tak kunjung padam Mengalun kerinduan yang kian menghujam Di sudut gedung ini kutatap senja yang kian kelabu Menutup asa yang kian tak berperi Gerimis turun memudarkan asa rindu Lembayung kian pudar tertutup kelamnya malam

Pencak Silat Tradisional, Budaya Yang Hampir Terlupakan

  Dok. Gurindam12.co Pencak silat merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang saat ini digandrungi oleh negara lain, tercatat di beberapa negara mulai mempelajari pencak silat Indonesia. Namun bagai mana dengan nasib pencak silat tradisional Indonesia? Saat ini pencak silat Indonesia mengalami peningkatan yang cukup drastis, bahkan para pemuda dari negara lain mencoba mempelajarinya bahkan sudah dipertandingkan didunia Internasional. Nah berbicara mengenai pencak silat tradisional, belakangan ini warisan kebudayaan ini mengalami kemerosotan dibandingkan dengan pencak silat yang sekarang digandrungi sebagai olahraga umum. Epriyanto warga dari desa Batu Sanggan, mengeluhkan tentang kemerosotan warisan budaya pencak silat tradisional ini, bahkan dirinya sedikit mengingat bahwa saat ini pencak silat tradisional dikampungnya mulai tidak aktif lagi.

Belajar Menulis, Kala itu

Ini tulisanku sewaktu belajar menulis di Forum Lingkar Pena Pekanbaru. Hihihihi yang tertinggal hanya penggalannya saja. yah setidaknya bakal jadi kenangan :)   ---------------------------------------- Pasword: Kartu ATM, Ember, Hujan, Buah Jambu, Motor, Rumah Tua Rinai HUJAN turun perlahan membasahi bumi, entahla pikirnaku berkecamuk didalam hati seakan akan HUJAN kali ini tak mampu membendung amarahku, kulirik jam yang berada ditangan kananku sudah menunjukan pukul enam sore. Aku terpaksa harus berteduh didalam RUMAH TUA yang mengerikan ini. Entah kenapa aku bisa terdampar disini, hanya karena sebuah janji yang harus aku tepati bersama dua rekanku untuk bertemu disimpang RUMAH TUA ini, mereka sampai saat ini tak kunjung jua datang. Padahal aku sudah hampir sejam menunggu mereka, rinai ini tak jua kunjung henti. 

Hutan Disepanjang Gunung Jadi, Merupakan Sumber Vital Bagi Masyarakat

  Expedisi Gunung Djadi. Kabupaten Kampar-Riau Gemuruh air sungai yang mengalir deras disepanjang jalan menuju Desa Sungai Santi seolah-olah   menyambut kedatangan Tim Ekspedisi 12|12 (Ekspedisi di 2012 bersama dengan Gurindam12) yang dilaksanakan pada 29 desember 2011 sampai dengan 3 Januari 2012 waktu yang lalu. Secara administrasi Desa Sungai Santi berada di Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar. Suasananya yang begitu alami membuat kami selalu takjub memandang aliran sungai santi yang bersih dan alami, belum lagi dengan pemandangan yang elok membuat kaki kami yang sedari tadi berjalan tak pernah merasa penat. Beberapa ibu-ibu yang kami temui di sepanjang aliran sungai santi tengah sibuk melakukan aktifitas mereka masing-masing, mulai dari mencuci, mandi tengah asik bercengkrama dengan menggunkan logat khas asli penduduk kampar kiri hulu, saat kami mencoba melintasi kawasan aliran sungai tersebut untuk melaksanakan pendakian ke Gunung Jadi.

Alat Musik Tradisional Yang Tak Lekang Oleh Zaman

Dok. Gurindam12 (Sewaktu meliput acara seni dihalaman gedung Idrus Tintin-Pekanbaru) Siapa yang tak kenal dengan gendang, baik usia belia, muda, dan tua tahu dengan alat music yang satu ini. Saat ini, alat music tradisional ini mampu bersaing dengan alat musik modern, bahkan permainan gendang ini dapat di padukan dengan alat music manapun.   Di Indonesia alat musik gendang ini termasuk alat musik tradisional, cara memainkan   alat musik ini adalah memukul dengan tangan, maupun dengan menggunakan stik kayu. Gendang termasuk dalam klasifikasi alat musik perkusi, gendang ini terbuat dari kayu yang diatasnya diberi selaput (membran) yang biasanya terbuat dari kulit lembu atau dari kulit kambing. Jika gendang ini di pukul akan mengeluarkan bunyi yang nyaring, permainan gendang ini memiliki banyak fungsi dapat digunakan sebagai pengiring pencak silat, pembawa tempo atau penggagas dinamik dan sering juga gendang ini sebagia pelangkap untuk meramaikan suasana.    

Hutan Adat Larang Rumbio Masih Banyak Temui Tanaman Buah dan Fauna

foto: Internet Hutan adat larangan yang berada di Kecamatan Rumbio Kabupaten Kampar, yang terkenal akan kelestariannya juga menyimpan beragam flora dan fauna. Baru saja memasuki kawasan hutan adat larangan rumbio, sudah tampak terlihat jelas beberapa tanaman buah hutan yang dapat dikonsumsi, bahkan dari cerita Ketua Yayasan Pelopor Sehati Masriadi menyatakan bahwa tanaman buah disini memang sangat banyak. Masyarakat juga banyak yang mengambil buahnya dari hutan ini. “Tetapi jika untuk mengambil kayu dari sini, itu tidak pernah karena dalam peraturan adatnya itu dilarang. Rata-rata buah yang ada disini banyak yang bisa dikonsumsi,” ujarnya

Wangi Indomie Menyatukan Kami

Ini tulisanku sewaktu mengikuti lomba kompetisi cerita mengenai salah satu merek perusahaan mie untuk ditayangkan di televisi, sayang tidak masuk dalam daftar publikasi. Ini ceritaku, mana ceritamu   By: dona rahayu Waktu itu tahun 2007 kalau tak salah tanggal 2 nofember kami mengadakan pendakian ke gunung merapi Sumatra barat koto panjang. Mungkin tahun itulah tahun dimana terakir kalinya aku mengikuti pendakian bersama teman-teman, maklum karena   mulai sibuk untuk mengurus proposal penelitian ku.  Sebelum keberangkatan menuju koto panjang, aku terlebih dahulu melakukan peking karena yang aku tau teman-teman ku pasti kurang menyiapkan segala hal termasuk dalam soal peking makanan. Mulai dari perlengkapan P3K, gula merah, beras, kacang hijau, coklat, dan tak lupa sepuluh bungku indomie rasa ayam bawang. Maklumlah waktu itu stok indomie di rumahku cukup memadai untuk aku bawa pergi ditambah lagi indomie memang menjadi stok makanan oleh si mama dari aku masih ke

Expedisi merah, Sungai Serkap (Bag 4)

PLTA Pengaruhi Bono foto: Internet Apa hubungannya PLTA dengan Bono, mungkin agak sedikit bertanya-tanya apa hubungan dari dua topik yang berbeda ini, menurut penuturan yang diberikan kepala desa teluk binjai Syamsuir menyatakan bahwa keberadaan PLTA yang ada dikoto panjang mempengaruhi Tinggi gelombang Bono. “Dulu sebelum adanya PLTA yang didirikan dikoto panjang itu gelombang bono bisa lebih tinggi lagi, bahkan gelombangnya bisa mencapai tujuh meter. Saya juga tidak tau kenapa bisa seperti itu. Tetapi sejak adanya PLTA yang dibangun dikawasan tersebut tinggi bono tidak lagi bisa mencapai tujuh meter,” ujar Syamsuir. S

Ini bukan intervensi,,

Part   VI Minggu sore (29/05) kami menelusuri kebun sawit yang baru di buka oleh warga di belakang base samp kami, disana terdapat beberapa tanaman yang sepertinya tanaman khas di daerah tasik betung ini karena dari beberapa penelusuran kami kedalam kebun sawit warga seluruhnya hamper   di Tanami terong kuning, bahkan tanaman terong kuning tersebut buahnya dibiarkan begitu saja tanpa di lakukan pemanenan. (sayang sekali padahal buahnya bagus-bagus) Kemudian kami masuk kedalam areal kebun sawit masyarakat tersebut disana terdapat berbagai jenis tanaman yang di tanama oleh pemiliknya mulai dari terong kuning, cabe rawit, pepaya, serai, kunyit dan tentu masih banyak lagi,,,,

Mati Gaya

Part V   Minggu (29/05) kami bergerak sesuai brefing yang telah kami sepakati tadi malam, pukul 08.00 WIB tim desa baru telah berangkat dengan menggunakan sepeda motor untuk menuju desa baru. Sesaui dengan kesepakatan tim desa baru akan berhenti melakukan quesioner pada pukul 16.00 WIB dan langsung kembali ke base camp, jadi pada pukul 17.00 WIB sudah sampai ke base camp untuk laporan.  Sebelum kami berangkat untuk mengambil sampel quesioner kami berkumpul untuk berdoa agar dalam penelitian ini dapat berjalan dengan baik dan tidak mendaptkan masalah saat melakukan penelitian ini, dan tidak lupa saya ingatkan kembali kepada tim agar berhati-hati dalam berbicara, tingkah laku, sopan santun, serta jika ada menurut felling (perasaan yang tak enak) jangan teruskan untuk melanjutkan wawancara atau memasuki wilayah tersebut. 

“Rencana Esok”

Part IV Sabtu (28/05) malam ini masih malam kedatangan kami ke desa tasik betung ini, brefing yang kami lakukan sekarang beralih dengan topic rencana awal esok pagi. Cerita mengenai konflik yang ada di desa tasik besung akan menjadi catatan bagi kami, karena tujuan awal kami adalah mengadakan penelitian mengenai cagar biosfer.  Temaran lampu badai menemani kami untuk terus mengadakan brefing ini, walau tidak seterang cahaya lampu neon tidak menyurutkan kami untuk beranjak meninggalkan brefing ini. Mengenai rencana esok, Jul ningsih sebagai coordinator pengambilan sampel secara questioner memaparkan rencananya kepada semua tim. Rencana yang dilontarkan oleh jul memang belum matang lalu kami mengarahkannya agar hasil pencapaian penelitian ini menjadi sempurna,, (di dunia ini memang tidak sempurna Cuma kalo untuk mendapatkan data kata itu boleh di gunakan hehehe,,,,,,)

Brefing I, “kisah pilu tasik betung”

Part III Setelah beberberes di base camp, kami sedikit berbincang bincang dengan ketua RT yang telah membawakan kunci kantor desa dengan harapan dapat pinjaman tikarnya (hehehe,,,,ngarep karena memang kami kekurangan matras).  Ingin rasanya aku berbenah dan mandi supaya istirahat malam tidak merasa resah karena aku yakin malam ini akan terasa sangat panjang karena akan ada waktu untuk breffing, mengenai hari ini yang telah kami lakukan serta teknis esok pagi. Untunglah saya (sebenarnya see berdua sama kak rie) ditawari oleh seorang bapak (hahaha.,,,,maaf pak saya lupa nama anda) menawarkan kamar mandinya kepada kami,,,,, (huf,,,alhamdulilah ), dan kami pun bergegas,,,,,,(aku, kak rie, elsa dan ijul) akirnya yang mandi hanya aku ndiri dan tentu saja mereka jadi beraroma bucuk hehehe,,,,,,

“Pilunya,,,,saat meniti jalan menuju tasik betung”

Part II Maaf kalo sambungan cerita expedisinya terlalu lama nongolnya….heheh itu diakibatkan modem yang baru dibeli ternyat belum bisa beroperasi …hiks,,,,maaf ya.  Perjalanan kami lanjutkan dengan memasuki kawasan PT Arara Abadi, dan tentu saja kawasan tersebut merupakan kawasan HTI dengan tanaman akasianya, awalnya sih ketika memasuki areal PT AA tersebut kondisinya biasa biasa ajah sih,,,,namun akirnya beberapa kilo meter dari kantornya barulah terlihat beberapa kawasan HTI dengan jalan yang bertanah kuningnya serta berdebu membuat hati sangat miris.  Apalagi dengan adanya adegan truk membawa berkubik kubik kayu dari arela penanaman menuju pabriknya. Hmm,,,,coba diabayangkan itu adalah hutan alam yang masih berdiri kokoh, berapa oksigen yang dihasilkannya untuk kita?,     dan berapa derjat suhu panas bumi yang diredamnya???,,,,,mh begitu ironis.

6 Makanan Pelancar ASI

  Untuk bunda yang sedang menyusi,, ini ada beberapa catatan sayuran dan buah yang murah meriah dan ndak rempong untuk penambah ASI.  Saya kemarin remponk bingit karena harga sayuran di depok dan sekitarnya pada melonjak drastis harganya, udah gitu kualitasnya ndak bagus lagi. Satu iketnya bisa Rp 5000 nah-nah, ternyata ada sayuran dan buah yang sering saya jumpai ternyata berkhasiat mejadi obat penambah ASI (halooo,,,,,kemana aja yang nulisnya selama ini?? kok baru tau tau yang ginian :( )