Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Desain Bagi Public: Desain Yang Adil Dan Lestari

Dalam talkshow Desain Bagi Public: Desain Yang Adil Dan Lestari mengadirkan narasumber dari Panen Raya Nusantara (Parara) Jusupta Tarigan, Desain Komunikasi Visual Universitas Tarumanagara Toto Mujio Mukmin, Binus University, Institut Kesenian Jakarta Cecil Mariani dan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia Adityayoga Gardjito. Talkshow kedua dari festival Parara ini, membahas topik mengenai proses perancangan dan strategi ke depan dalam pengembangan produk komunitas local. Dengan memanfaatkan limbah-limbah yang ramah lingkungan, yang dapat menunjang keadilan dan kelestarian hidup masyarakat nusantara.

Hutan Bukannya Hanya Kayu

foto via @panen2015 Talkshow hutan bukan hanya kayu merupakan diskusi yang memberikan pemahaman tentang peran hutan dan keragaman hayatinya, yang seharusnya tidak hanya dilihat dari kayu saja tetapi apa yang dihasilkan dari hutan tersebut. Dalam talkshow ini mendatangkan pembicara dari Kepala Badan Litbang Kehutanan Bambang, Deputi II Bidang Produksi Kementrian Koperasi Dan UKM, I Wayan Dipta. Komunitas Rimba Lestari Nuri, Komunitas Sungai Tohor Kepulauan Riau Zamhur, serta Rudi Syaf dari Kampung Bontae Kalimantan timur.

Pembukaan Panen Raya Nusantara Disambut Meriah Oleh Pengunjung

·          Panen Raya Nusantara Mewujudkan Keadilan Ekonomi Komunitas Berkelanjutan.   foto via @borneoclimate Pembukaan panen raya nusantara diawali dengan pemotongan pita oleh bapak Deputi II Bidang Produksi Kementrian Koperasi Dan UKM, I Wayan Dipta disambut meriah dengan tarian yang dibawakan oleh masyarakat adat suku Papua dengan kolaborasi music dari Kesepuhan Badui. Dalam sambutan pembukaannya Wayan menyatakan bahwa ia sangat senang sekali diundang dalam acara Panen Raya Nusantara (Parara). Sebab visi dan misi dari bidang Produksi Kementrian Koperasi Dan UKM dengan Parara sangat sejalan. “Saat ini Kementrian Koperasi melalui UKM memiliki program memberdayakan produk-produk local dalam negeri agar dapat bersaing dengan produk-produk luar negeri yang masuk kedalam negeri. Dengan adanya panen raya nusantara ini dapat kita kembangkan dengan kuat produk-produk local yang berkualitas,” ujar Wayan

Terminal Benih “Menjaga Warisan Benih Lokal” Turut Dalam Panen Raya Nusantara

Siapa sangka, keberadaan benih hibrida yang dikelola oleh secara konvensional oleh pemerintah membuat hampir 85% benih local yang ada seantero negeri Indonesia malah mengalami krisis. Bahkan mengalami kelangkaan dan hampir punah. Tahukah kamu bahwa benih local itu sifatnya lebih tahan terhadap penyakit dibandingkan dengan benih hibrida? Ini berhubungan dengan sifat getik dari benih local yang tahan terhadap suhu tanah, lingkungan yan memang sudah dimiliki secara alami jika dibandingkan dengan benih yang dikelola secara konvensional.

Kelompok Wanita Tani “lestari mandiri” Hadirkan Produk Hutan Non Kayu di Panen Raya Nusantara

Prduk KWT "Lestari Mandiri " Lampung Hadir Di Panen Raya Nusantara Dalam Festival Panen Raya Nusantara yang akan di gelar pada tanggal 6-7 Juni 2015 di lapangan Banteng Jakarta nanti menghadirkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Mandiri yang akan memperkenalkan hasil produksi mereka dari Hutan dengan produk non kayu. Produk kerupuk sayur organik Beberapa produk hutan non kayu yang akan mereka bawa beberapa diantaranya adalah Jahe Merah organic, Jahe instan siap seduh, kerupuk sayur organic, madu hutan dll. KWT Lestari nadiri menjamin produk mereka lebih ramah lingkungan dan sehat untuk dikonsumsi karena tidak menggunakan pupuk kimia bahkan pestiaida.

Panen Raya Nusantara : Ekonomi Komunitas Yang Adil dan Lestari

Hei… manteman, Yuk alokasi anggaranmu untuk berbelanja di Panen Raya Nusantara (PARARA) pada tanggal 6-7 Juni 2015 ini yuk di lapangan Banteng Jakarta Seatan.    T : Memang Panen Raya Nusantara (Parara) itu apasih? J : Panen raya nusantara itu adalah sebuah festival yang digelar untuk memamerkan produk-produk local yang berkualitas dari kelompok masyarakat yang ditujukan kepada khalayak ramai agar