Langsung ke konten utama

Postingan

Air Mata Rembang

Perempuan Rembang Tolak Pabrik Semen Ibu-ibu Rembang Saat aksi di Depan Istana Merdeka Jakarta. Kamis 16 April 2015 “Bagi saya, Rembang adalah ibu saya. Ia lah yang memberikan saya kehidupan di dunia, ia memberikan saya air minum yang jernih dan membesarkan tanaman kami yang kami tanaman. Dimana lagi kesejahteraan itu jika bukan di Rembang, ibu pertiwi saya,” ujar wanita paruh baya itu. Sukinah namanya, ia berasal dari Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, dimana saat ini tanah Rembang telah digadaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo karena telah mengizinkan PT   Semen Indonesia menambang di Rembang. Tanpa sepengetahuan Suginah dan warga Rembang lainnya, PT Semen Indonesia telah menebang kawasan hutan Kadiwono kecamatan Bulu seluas kurang lebih 21,13 hektar untuk tapak pabrik.

Mengenal Cinta,,,,,,

Cinta .... Cinta adalah rasa yang menggebu-gebu yang keluar dari dasar hati Cinta adalah dia yang kau pandang tulus dari hati dan Cinta adalah dia yang kau peruntukkan tulus dari dasar hatimu Dan tahukah engkau bahwa cinta pada manusia itu telah mencabik-cabikan hatiku? melukai dasar dinding yang paling dalam dan menjadikannya hampa dan kekosongan yang teramat-amat sungguh.

Bukan Sekedar Wanita Tua

Aku kangen sekali dengan mereka  “Pletak pletak pletak,” begitu bunyi ulenan sambal yang kugiling menggunakan ulenan batu alam. Sesekali ku jawab ya disetiap akir pembicaraannya. Umurnya yang sudah memasuki kepala empat tak menggerus semangat mudanya, jika rambutnya yang mulai mulai putih tersebut di cat berwarna gelap tentu akan menyulapnya seperti gadis yang berumur tiga puluh tahunan. “Dona, Rachman itu waktu kecil doyan banget sama susu. Waktu TK aja dia masih nentengin susu dotnya kemana-mana, ndak mau lepas itu dotnya. Kecuali kalo susunya sudah habis baru dilepeh,” ujarnya Yah begitulah percakapan kami didapur saat menyiapkan menu berbuka puasa semalam. Selain ceritanya yang membuatku tersenyum , keramahan dan kelembutannya begitu ku terasa dalam dua tahun ini.  Senang rasanya aku mendapatkan keluarga yang begitu hangat dan baik sekali kepadaku padahal perkenalanku dengan mas Rachman, anak sulungnya juga dalam hitungan dua tahun.

Suku Asli Bumi "Lancang Kuning"

Foto: Dok Gurindam12.co Suku Talang Mamak Suku talang mamak yang biasa disebut dengan orang talang mamak merupakan sekumpulan masyarakat yang hidupnya masih secara tradisional di sehiliran Sungai Indragiri, Provinsi Riau, Indonesia. Merupakan suku asli dari ‘Bumi Lancang Kuning’, namun memilih hidup diwilayah terpencil. Dalam kelompok masyarakat  talang mamak terdapat sub kelompok yang mereka sebut dengan suku, kemudian dibagi lagi dalam tobo dan unit terkecil mereka sebut dengan hinduk atau perut atau disebut juga puak anak. Kelompok masyarakat ini tergolong Proto Melayu (Melayu Tua) yang merupakan suku asli Indragiri Hulu dengan sebutan ”Suku Tuha” yang berarti suku pertama datang dan lebih berhak atas sumber daya alam di Indragiri Hulu. Selain itu juga, mereka termasuk Melayu Tua.

Ramin-Ramin Itu Telanjang Berdiri

Catatan Perjalanan April 2012 Ramin-ramin itu telanjang berdiri. Ramin ini berada di kawasan konsesi HTI PT. SRL Ini adalah perjalanan saya dengan teman-teman jurnalis Pekanbaru bersama Eye on the Forest (EoF) menelusuri Ramin di Pulau Rupat. EoF ini merupakan lembaga koalisi LSM Lingkungan di Riau, Sumatera: WALHI Riau, Jikalahari (Jaringan Penyelamat Hutan Riau) dan WWF-Indonesia Program Riau. Ya perjalanan kami menuju Pulau Rupat untuk melihat secara langsung keberadaan pohon Ramin yang katanya hampir mengalami ‘kepunahan.’

Potesa Mami (Our Story)

Film yang mengisahkan perjuangan masyarakat Balaesang Tanjung Kabupaten Dongala Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperjuangan wilayahnya dari pertambangan. Film yang digagas oleh Perkumpulan Telapak dan Gekko Studio  atas dukungan Siemenpuu Foundation, ini memperlihatkan bahwa masih lemahnya pemerintah menangani dan mengeluarkan kebijakan mengenai pertambangan. Film yang dikisahkan oleh warga desa Malei ini begitu memilukan hati. Dimana protesnya masyarakat Balaesang Tanjung yang berujung konflik dipicu oleh Bupati Donggala Habir Ponulele dengan menerbitkan surat izin ekplorasi No188.45/0288/DESDM/2010 kepada PT. Cahaya Manunggal Abadi (PT.CMA) 

Veer-Zahra

Film veer-Zahara merupakan film india yang menyentuh hati saya. Tangis saya buncah ketika veer dengan relanya menutup bibirnya selama 22 tahun saat ia diatanyai kedatangannya ke Pakistan. Demi orang yang dicintainya ia rela bungkam, aiih ketimbang saya menangis lagi silahkan simak sinopsisnya saja.  *** Jiwa Zaara hampa ditelan perihnya cinta. Sosok sang arjuna tak lagi mungkin dilihatnya lantaran tembok pernikahan telah mencabik asmara mereka. Toh langkah pemuja cinta sejati ini tetap tegar. Zaara terus berjalan menuju pintu hati sang kekasih...